~

Haloo april
April ini sama persis dengan yang lalu, yang berbeda adalah tiap tahun umurku berkurang. Waaa sedih, umur berkurang tapi kualitas diri rasanya tidak berubah. 
Seiring berjalannya waktu, makin mengerti kalau kata kata "ga ada yang perduli, siapa yang bakal perduli, kamu emang beneran sendiri" , kata kata itu seperti nya benar, bukan membenarkan, tapi merasakan.
"Selamat ulang tahun" atau ucapan lainnya, rasanya aneh dan asing, lagi pula untuk apa diberikan selamat, umurmu berkurang diselamati, selamat sebenernya sebentar lagi nyawamu akan habis. Sebenarnya mengerikan yah, tapi terkadang hari lahirmu diingat, tanpa sadar hal hal kecil seperti itu bisa diingat seseorang apakah itu penting, apa bagian terpenting nya? Harinya atau sebenernya kitanya? Random sekali tulisan ini haha
Ngomong ngomong tahun saya berkurang dan masih tidak ada yang perduli, maksud saya bukan perduli akan hari ulang tahun, melainkan perhatian orang terdekatku hehe. Tapi akhirnya sadar sii, kalau sebenernya ga begitu penting, tapi kadang pengen rasanya menjadi orang yang selalu didengarkan, atau sebenernya saya sendiri yang sebenernya jarang mendengar ?
Saya dikepung rasa takut, rasa cemas, marah, kadang rasa sedih, tapi bingung selain cerita ke Allah kadang kita butuh temen cerita yang sosoknya ada di depan kita, tapi nyatanya saat ini yang nyata hanya platform ini atau lebih sering ke kumpulan kertas putih yang kosong dan siap menampung keluh kesah dan segala cerita kita. Saya sadar kalau setiap orang punya dunianya masing masing, orang terdekat kita sekalipun sama seperti kita, punya masalah yang mungkin ga mereka bagi ke kita dan tentunya urusan mereka yang harus dikerjakan dan diselesaikan. Kita ga bisa menuntut orang selalu ada untuk kita apalagi untuk mendengar kita.
Tapi akhirnya sadar tidak sadar terkadang munking ada bagian kecil yang merasa mereka bersama saya, saya yang tidak sadar dan mengabaikan hal itu. Kata seorang yang sangat dekat : "jangan lupa bersyukur", mungkin kata kata ini yang sering saya abaikan dan saya pahami. Saya kurang atau lupa cara bersyukur, yang saya lihat hanya sulit tapi tidak pernah melihat mudah. Maaf saya begitu, saya tahu saya memang orang yang begitu menyebalkan untuk beberapa orang, dan saya suka kesal dengan keadaan yang ada.
Mungkin ga mudah untuk saya belajar terus memperbaiki diri, tapi saya selalu berusaha.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Dari Posko 158 Desa Sukadamai

PROSPEK DAN TANTANGAN BMT DI MASA DEPAN